background images light

Apa yang Harus Dilakukan Ketika Junub Saat Puasa

Januari 27, 2023
Share
Apa yang Harus Dilakukan Ketika Junub Saat Puasa

Bagi seseorang yang sedang junub saat puasa harus mengetahui beberapa hal yang berhubungan dengannya. Meliputi bagaimana keabsahan ibadahnya atau tata cara ketika bersuci dari hadats besar tersebut. Selain itu apa yang harus dilakukan jika masih belum sempat suci namun sudah masuk waktu berpuasa. Semuanya akan dibahas dalam penjelasan berikut:

Apa yang Harus Dilakukan Ketika Junub Saat Puasa

Puasanya Orang yang Junub

Beberapa hal yang membatalkan puasa diantaranya adalah makan, minum, dan melakukan hubungan suami istri di siang hari. Lalu bagaimana puasanya orang yang junub dan belum sempat mandi besar? Apakah sah atau harus mengganti di lain hari? Di bawah ini akan dijelaskan berdasarkan ayat Al-Qur’an dan hadits.

1. Jima’ yang Membatalkan Puasa

Perlu diketahui, junub merupakan keadaan orang yang mengeluarkan sperma disebabkan melakukan jima’ atau hubungan suami istri. Hal ini dapat membatalkan puasa dan harus men-qodho’ beserta membayar kafarat apabila dilakukan di waktu berpuasa. Lalu bagaimana jika di luar waktu puasa, yakni saat sudah malam? Simaklah penjelasannya.

Dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah tepatnya ayat ke-187, telah dijelaskan bahwa Allah memperbolehkan sepasang suami istri melakukan hubungan badan di malam hari bulan puasa. Sebab ada beberapa orang yang tidak dapat menahan hawa nafsunya. Dalam hal ini pun tidak ada kewajiban membayar kafarat.

Dari penjelasan yang tertera di ayat tersebut dapat dimengerti bahwa yang bisa membatalkan puasa itu adalah jima’ dalam kategori perbuatannya, dan bukan dimaksudkan pada masa junub. Jadi, ketika seseorang baru berhubungan badan di malam hari dan ketika masuk waktu subuh dalam keadaan masih junub, puasanya tetap sah.

Baca juga   Aturan Fidyah Puasa Ramadhan Bagi Ibu Menyusui yang Wajib Diketahui

2. Tidak Perlu Men-qodho’ Puasa

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari, diceritakan dari Ummu Salamah bahwa saat masuk waktu fajar Nabi Muhammad SAW dalam keadaan masih junub. Lalu setelahnya Rasulullah mandi (bersuci dari hadats besar) dan melakukan puasa seperti biasanya. Imam Muslim pun meriwayatkan bahwa Nabi tidak men-qodho’.

Dari hadits tersebut, Syaikh Hasan Sulaiman An-Nuri dan Syaikh Alawi Abbas Al-Maliki menyimpulkan bahwa puasanya tetap dihukumi sah tanpa ada kewajiban qodlo’. Selain itu, mandi junub saat puasa dapat ditunda hingga pagi hari. Meski begitu, alangkah baiknya jika bersuci sebelum masuk waktu subuh.

Tata Cara Mandi Junub

Ketika seseorang dalam keadaan junub, ada kewajiban baginya untuk bersuci yaitu dengan melakukan mandi besar. Terdapat tata cara yang perlu diketahui, sebab ini sedikit berbeda dari membersihkan diri seperti biasanya. Apalagi nantinya akan mempengaruhi ibadah-ibadah lain yang harus dilakukan di kondisi suci.

1. Niat Mandi Besar

Hal mendasar yang membedakan mandi untuk bersuci dari hadats besar dari biasanya yaitu terletak pada niat. Jika seseorang tidak berniat sebelumnya, maka tidak sah dan selalu dalam keadaan junub. Berikut ini kalimat yang harus dibaca:

نويت الغسل لرفع الحدث الاكبر فرضا لله تعالى

Nawaitul ghusla lirof’il hadatsil akbari fardlol lillaahi ta’aala

2. Tempat Membaca Niat

Pembacaan niat dalam mandi besar ini dilakukan bebarengan dengan ketika menyiramkan air pertama kali ke tubuh. Boleh bagian mana pun, muka, tangan, ataupun kaki. Apabila ada anggota badan yang awal disiram tapi belum berniat, maka nantinya itu wajib diulangi lagi setelah membaca kalimat tersebut.

3. Meratakan Air ke Seluruh Tubuh

Syarat berikutnya agar mandi besar ini bisa dikatakan sah adalah semua anggota badan harus terkena air dan tidak boleh ada yang terlewat. Sela-sela tangan dan kaki, kulit di bawah kuku yang panjang, lipatan-lipatan tubuh, semua harus tersiram. Jika ada yang menghalangi datangnya air juga wajib dihilangkan, seperti cat, kotoran, dan lainnya.

Baca juga   Inilah Pandangan Ulama Mengenai Bayi Tabung dalam Islam

Demikian uraian mengenai beberapa hal yang berhubungan dengan keadaan junub saat puasa dan apa yang harus dilakukan oleh janib. Sudah dijelaskan pula tentang rukun serta tata cara saat melakukan mandi dari hadats besar.

Artikel Lainnya

Artikel Lain yang mungkin anda suka...