background images light

Bolehkah Ibu Menyusui Puasa, Inilah Hukumnya Menurut Islam dan Sisi Medis

Desember 5, 2022
Share
Bolehkah Ibu Menyusui Puasa, Inilah Hukumnya Menurut Islam dan Sisi Medis

Puasa wajib di bulan Ramadhan dijalankan selama satu bulan oleh para umat muslim, baik pria maupun wanita. Namun, muncul pertanyaan bagi wanita yang sedang menyusui. Bolehkah Ibu menyusui puasa? Islam sudah mengatur sedemikian rupa terhadap hal-hal seperti ini. Berikut adalah hukum puasa menurut Islam bagi Ibu menyusui dan pandangannya dari sisi medis, antara lain:

Aturan Puasa dalam Al-Quran

Puasa wajib hukumnya dilaksanakan oleh setiap muslim yang telah memenuhi syarat wajib. Namun, dalam beberapa kondisi seseorang diperbolehkan untuk tidak berpuasa. Hal itu sesuai dengan kalam Allah SWT dalam surat berikut:

1. Al-Baqarah [2]:183

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ

Artinya: Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa, (Q.S Al-Baqarah [2]:183)

Dalam tafsir Quraish Shihab, dijelaskan bahwa puasa sebagai media untuk pembersihan jiwa, dan juga pengekangan hawa nafsu. Dengan berpuasa Allah SWT bermaksud untuk menanamkan jiwa ketakwaan, mendidik jiwa dan memperkuat daya indrawi.

2. Al-Baqarah [2]: 184

اَيَّامًا مَّعْدُوْدٰتٍۗ فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَّرِيْضًا اَوْ عَلٰى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ اَيَّامٍ اُخَرَ ۗ وَعَلَى الَّذِيْنَ يُطِيْقُوْنَهٗ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِيْنٍۗ فَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَهُوَ خَيْرٌ لَّهٗ ۗ وَاَنْ تَصُوْمُوْا خَيْرٌ لَّكُمْ اِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ

Artinya:  (Yaitu) beberapa hari tertentu. Maka barangsiapa di antara kamu sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), maka (wajib mengganti) sebanyak hari (yang dia tidak berpuasa itu) pada hari-hari yang lain. Dan bagi orang yang berat menjalankannya, wajib membayar fidyah, yaitu memberi makan seorang miskin. Tetapi barangsiapa dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itu lebih baik baginya, dan puasamu itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui. (Q.S Al-Baqarah [2]: 184)

Menurut tafsir Quraish Shihab, Allah tidak akan memberatkan hamba-Nya diluar batas kemampuan. Seseorang yang sedang sakit atau seorang musafir boleh tidak berpuasa, namun wajib mengganti di hari lain. Orang dengan usia lanjut atau pun kondisi berat yang tidak memungkinkan untuk berpuasa, maka wajib mengganti dengan membayar fidyah.

Baca juga   7 Penyebab Batalnya Puasa, Ingat Jangan Sampai Diabaikan !

3. Al-Baqarah [2]: 185

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيْٓ اُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْاٰنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنٰتٍ مِّنَ الْهُدٰى وَالْفُرْقَانِۚ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ ۗ وَمَنْ كَانَ مَرِيْضًا اَوْ عَلٰى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ اَيَّامٍ اُخَرَ ۗ يُرِيْدُ اللّٰهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيْدُ بِكُمُ الْعُسْرَ ۖ وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللّٰهَ عَلٰى مَا هَدٰىكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ

Artinya: Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang benar dan yang batil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu ada di bulan itu, maka berpuasalah. Dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (dia tidak berpuasa), maka (wajib menggantinya), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, agar kamu bersyukur. (Q.S Al-Baqarah [2]: 185)

Bulan Ramadhan memiliki kedudukan sangat tinggi dan ditetapkan oleh Allah SWT sebagai bulan wajib untuk berpuasa. Apabila memenuhi syarat wajib berpuasa, maka orang tersebut berkewajiban untuk melaksanakannya. Namun jika tidak, maka Allah SWT justru menghendaki keringanan bagi mereka.

bolehkah ibu menyusui puasa

Hukum Puasa Bagi Ibu Menyusui

Sesuai dengan firman Allah SWT pada surah Al-Baqarah ayat 183 bahwa setiap orang diwajibkan untuk berpuasa. Pertanyaan spesifik, ‘Bolehkah Ibu Menyusui Puasa’ juga bisa dijawab pada surah Al-Baqarah ayat 184 dan 185. Ibu menyusui dapat berpuasa dan tidak berpuasa tergantung kondisi tubuh dan kesehatan masing-masing.

Apabila dalam kondisi menyusui masih sanggup melaksanakan puasa, maka lebih baik kerjakanlah puasa. Hal ini tentunya dapat dilakukan sesudah berkonsultasi dengan ahli medis atau dokter. Setiap orang memiliki keunikan dan ketahanan tubuh berbeda-beda dan tidak bisa disamakan. Seorang Ibu menyusui diperbolehkan untuk berpuasa apabila kondisinya memang fit dan tetap bisa memberikan nutrisi untuk bayi.

Baca juga   Penjelasan dan Hukum Ilmu Kebal Dalam Islam

Diperbolehkan tidak berpuasa apabila memperburuk kesehatan Ibu dan bayi. Jika berpuasa dapat memperburuk kesehatan Ibu dan bayi yang sedang disusui, maka diperbolehkan untuk tidak berpuasa. Hal ini agar nutrisi Ibu dan anak tetap terjaga serta diwajibkan untuk menggantinya dengan membayar fidyah atau qadha puasa tersebut.

Berpuasa pada Saat Menyusui Menurut Medis

Pada sisi medis dijelaskan bahwa tidak ada larangan seorang Ibu menyusui untuk berpuasa, asal mempertimbangkan beberapa hal. Pertama, perhatikan nutrisi saat sahur dan berbuka. Pada ibu menyusui diwajibkan untuk mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang selama berpuasa. Mulai dari mengonsumsi karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, dan serat yang dapat disesuaikan dengan kondisi tubuh masing-masing.

Kedua adalah kebutuhan air tercukupi. Air adalah hal yang sangat penting dikonsumsi agar pada saat berpuasa tidak dehidrasi. Apalagi untuk Ibu menyusui. Kebutuhan air yang dikonsumsi hampir sama, yaitu sekitar 1,5 sampai 2 liter setiap harinya atau sama dengan delapan sampai sepuluh gelas. Tinggal diatur saja takaran yang ingin dikonsumsi pada saat sahur dan juga berbuka.

Secara garis besar, pertanyaan ‘bolehkah ibu menyusui puasa’ ini terjawab dalam Al-Quran dan hal tersebut juga didukung dari penelitian medis. Seorang Ibu menyusui diperbolehkan untuk berpuasa atau pun tidak tergantung dari kondisi fisik masing-masing. Hal ini dapat diketahui tentu dengan mengunjungi dokter dan juga ahli gizi terkait. Jadi, kenali dulu masing-masing kondisi tubuh.

Artikel Lainnya

Artikel Lain yang mungkin anda suka...