background images light

Bacaan Doa Kesembuhan Penyakit dalam Islam yang Perlu Diketahui

Januari 28, 2023
Share
Bacaan Doa Kesembuhan Penyakit dalam Islam yang Perlu Diketahui

Sakit dan sehat merupakan hal yang terus terjadi pada makhluk hidup. Hadirnya kesakitan merupakan pengingat sesungguhnya manusia bisa sangat lemah hanya karena penyakit di tubuhnya. Pada saat sakit, penderita mengharapkan kesehatan sembari mengucapkan doa kesembuhan penyakit dalam Islam yang bisa dilafalkan .dengan mudah

Adapun doanya penderita bisa membaca surat di Al-Qur`an ataupun doa lainnya. Tak lupa juga, penderita berikhtiar demi mengobati penyakitnya sebisa mungkin. Sebaiknya, ketika pulih penderita mencegah tindakan yang menyebabkan munculnya komplikasi penyakit itu. Mulai dari buat pikiran yang positif dan pola hidup yang baik. Berikut bunyi doa yang dengan sumber al-Qur an dan Hadis, yaitu:

doa kesembuhan penyakit dalam islam

1. Surah al-Fatihah

Surah al-Fatihah dinamakan juga dengan induk al-Qur an karena ayat-ayatnya memiliki makna yang cukup mendalam dan berkaitan dengan surat lainnya. Adapun isi kandungan surat dalam Al-Qur`an ini sebagai penyembuh. Jadi, dengan membaca al-Fatihah penderita diharapkan lekas sembuh dan penyakitnya hilang.

2. Mengobati dengan Doa Penyembuh

Bunyi permohonan untuk sembuh ini sederhana. Penderita cukup meminta sembuhnya kesulitan yang dialami melalui doa ini “Allahumma-syfi Fulan”. Doanya bisa diucapkan berulang sambil menyebutkan panggilan penderita.

Salah satu hadis menyebutkan bahwa doa ini telah disebutkan tiga kali oleh Nabi Muhammad SAW. Pada saat itu Rasul mengunjungi salah satu sahabat nabi yang baru masuk Islam dan sedang mengalami sakit. Permohonan tersebut dipanjatkan demi kesehatan dan kesembuhan yang diberikan oleh Allah SWT.

3. Doa Nabi Ayyub AS

وَاَيُّوْبَ اِذْ نَادٰى رَبَّهٗٓ اَنِّيْ مَسَّنِيَ الضُّرُّ وَاَنْتَ اَرْحَمُ الرَّاحِمِيْنَ ۚ

Artinya: Dan (ingatlah kisah) Ayub, ketika dia berdoa kepada Tuhannya, “(Ya Tuhanku), sungguh, aku telah ditimpa penyakit, padahal Engkau Tuhan Yang Maha Penyayang dari semua yang penyayang.”

Dikisahkan bahwa Nabi Ayyub adalah Utusan Allah yang memiliki kekayaan berlimpah dan taat kepada Allah SWT. Namun, Nabi Ayyub AS mendapat cobaan berupa gangguan kulit selama bertahun-tahun. Selama mengalami sakit itu, Nabi memanjatkan doa yang berbunyi:  “Rabbi anni massaniya-dhdhurru wa anta arhamur-Rahimin” (QS. Al-Anbiya [21]: 83).

Baca juga   Trinitas Dalam Islam dan Ayat Al Quran Sebagai Penentangnya

Dalam doa ini, Nabi Ayyub mengadukan musibahnya. Akan tetapi, Nabi Ayyub tidak meminta kesehatan secara tersurat. Hal tersebut disebabkan ketaatannya yang meyakini bahwa Allah SWT yang telah mengaruniakan kekayaan dan kesulitan yang dihadapinya. Maka, Nabi Ayyub AS menyebutkan sifat Allah SWT yang Paling Pengasih karena ingin memelas meminta pemulihan kepada Allah SWT.

4. Membaca Doa Kesembuhan dan Memohon Ampun

Membaca doa kesembuhan penyakit dalam Islam juga bersamaan dengan meminta ampun atas kesalahan dan dosa yang dimiliki. Jika yang menyebutkan doa ini merupakan orang lain kepada penderita, maka begini bunyinya: “Syafakallahu saqamaka, wa ghafara dzanbaka, wa ‘afāka fī dīnika wa jismika ila muddati ajalika.”.

Pada doa ini, pemohon menginginkan kesehatan kepada Allah SWT. dari sakit yang dirasakan. Kemudian, melalui kesulitan tersebut ada harapan agar digugurkan dosa-dosanya. Setelah itu, doa untuk dijaga dari penyakit dalam beragama dan jasmani selama umurnya.

5. Doa Kesehatan dan Meminta Penjagaan dari Penyakit

Dalam memohon pemulihan, penderita tentu tidak ingin mendapat kesakitan lagi setelah kesembuhannya. Maka, penderita bisa memohon menggunakan ungkapan ini:“Allahumma rabban nasi, adzhibil ba’sa. Isyfi. Antas syafi. La syafiya illa anta syifa’an la yughadiru saqaman”.

Pada hadits tentang kesehatan di atas menggambarkan tentang ketauhidan seseorang dan tawakkalnya akan pemulihan dan pengobatan hanya dari Tuhan manusia. Jadi, kesehatan hanya dari Allah SWT yang tanpa penyakit atau nyeri lainnya.

Dengan berdoa, penderita memiliki harapan untuk tetap hidup dan diikuti dengan ikhtiar. Jadi, orang yang sakit berjuang supaya tetap hidup. Melalui kesungguhan penderita agar tidak menyerah dengan penyakit yang dirasakan, penderita diinginkan mendapat keputihan agar bisa hidup lebih baik lagi. Semasa sulit, dosa-dosa penderita selama sehat sebelumnya dicabut.

Baca juga   Perbedaan Pendapat Tentang Batas Waktu Gosok Gigi Saat Puasa

Itulah doa kesembuhan penyakit dalam Islam demi menginginkan kesembuhan atas penyakit yang dirasakan. Dalam berdoa dan berikhtiar, penderita disarankan tetap mengharapkan kesembuhan dalam melanjutkan hidup. Adanya penyakit bukan berarti penderita menyerah akan kesembuhannya. Separah apapun sakit yang dirasakan, selalu ada obat yang menyertai penyakit tersebut.

Artikel Lainnya

Artikel Lain yang mungkin anda suka...