background images light

6 Hadits Shahih Tentang Puasa Ramadhan Beserta Keutamaannya

November 27, 2022
Share
6 Hadits Shahih Tentang Puasa Ramadhan Beserta Keutamaannya

Seorang muslim dikatakan sempurna jika sudah melakukan kelima rukun Islam, dan salah satunya adalah berpuasa. Perlu diketahui bahwa dalam hadits shahih tentang puasa ramadhan telah disebutkan berbagai keutamaan yang dimiliki bulan tersebut. Yang mana itu tidak terdapat di waktu lainnya.

1. Dipenuhi dengan Berkah

Seperti yang sudah diriwayatkan HR. Ahmad dalam sebuah hadits,

قَدْ جَاءَكُمْ شَهْرُ رَمَضَانَ شَهْرٌ مُبَارَكٌ

artinya, “Telah datang kepada kalian bulan yang penuh berkah…”

menunjukkan bagaimana mulianya ramadhan ini. Dapat diambil kesimpulan bahwa pada saat-saat tersebut kebaikan semakin mudah dijalankan dan bertambah pula keutamaannya. Sesuai dengan arti berkah itu sendiri yakni ziyadatul khair.

2. Diwajibkannya Seorang Muslim Puasa

Perintah berpuasa ini termaktub dalam Al-Qur’an tepatnya pada Al-Baqarah ayat 183.

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ

Artinya: Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa

Kewajiban itu diberikan kepada para mukmin agar menjadi muttaqin, yakni bertakwa kepada Allah SWT. Oleh karena itulah bulan yang dipenuhi kebaikan ini juga dikenal dengan nama syahru shiyam. Untuk umat muslim jangan sampai melalaikan ibadah ini.

6 Hadits Shahih Tentang Puasa Ramadhan Beserta Keutamaannya

3. Pintu Surga Dibuka dan Pintu Neraka Ditutup

Keutamaan lain yang sangat ditunggu dari bulan ramadhan adalah babul jannah (pintu surga) akan dibuka, sedangkan ditutupnya jalan menuju neraka. Selain itu, para setan akan dibelenggu oleh Allah. Sebagaimana keterangan dari sebuah redaksi hadits yang diriwayatkan oleh Iman An-Nasa’i dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu.

Terdapat penjelasan lain pula bahwa pada bulan ini Allah memberikan kemurahan-Nya dalam bentuk dibebaskannya beberapa orang dari api neraka. Jadi, sudah seharusnya semua berlomba-lomba melaksanakan kebaikan dan semakin mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. Perbanyak pula meminta maghfirah atau ampunan atas segala dosa.

Baca juga   Manfaat dan Cobaan Puasa Daud bagi Orang Muslim

4. Adanya Lailatul Qadar

Keutamaan berikutnya dijelaskan dalam hadits shahih tentang puasa ramadhan yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad. Yakni adanya hari penuh anugerah bernama lailatul qadar. Malam yang disebutkan lebih baik dari seribu bulan. Beruntunglah bagi orang-orang yang dapat menjumpainya dan sedang melakukan taqarrub ilallah, mendekatkan diri kepada Allah.

Pada kitab Bughyatul Mustarsyidin halaman 113 diterangkan tentang perkiraan datangnya, yakni 10 terakhir bulan Ramadhan dan bisa dilihat dari permulaannya:

  • Jika 1 ramadhan hari Ahad atau Rabu, lailatul qadar jatuh pada tanggal ke-29
  • Bila diawali Jumat atau Selasa, maka berada di hari ke-27
  • Apabila dimulai Kamis, terdapat di tanggal ke-25
  • Tanggal satu adalah Sabtu, maka jatuh di hari ke-23
  • Dan awal hari Senin, berada pada tanggal 21 Ramadhan

Sedangkan menurut Syaikh Ibrahim Al Bajuri, jatuhnya lailatul qadar yaitu pada malam Jum’at ganjil setelah terlewatkannya separuh bulan Ramadhan. Dan hikmah disamarkannya ini adalah agar semua malam dipergunakan untuk ibadah dan amal baik. Wallahu a’lam.

5. Penghapus Dosa

Keutamaan ini diterangkan dalam sebuah hadits yang mana rawinya adalah Imam Bukhari dan Muslim. Yakni seorang muslim yang mengerjakan puasa dengan penuh keyakinan (iman) serta disertai rasa ikhlas dan tentunya mengharap ridho dan pahala dari Allah SWT, maka dosa-dosa yang telah lalu akan diampuni oleh-Nya.

6. Waktu Mustajab

Ramadhan merupakan saat yang tepat untuk mendekatkan diri kepada Allah dan memperbanyak memanjatkan doa. Sebab waktu ini lebih mustajab dibanding lainnya. Terdapat saat-saat khusus untuk berdoa, yaitu menjelang berbuka dan sepanjang siang malam pada bulan ini.

Hal ini telah diterangkan dalam sabda Nabi Muhammad SAW yang diceritakan Abu Hurairah lalu diriwayatkan Imam Ahmad. Bahwa Allah tidak menolak tiga doa, yakni doanya orang-orang berpuasa hingga waktu berbuka, pemimpin yang mempunyai sifat adil, dan dari seseorang yang dizalimi.

Baca juga   Kenali 5 Ketentuan Kredit yang Halal dalam Islam Sebelum Mengajukan Kredit

Demikian beberapa keutamaan yang sudah dijelaskan dalam hadits shahih tentang puasa ramadhan. Karena itulah seorang muslim harus memperbanyak amal saleh, melaksanakan salat tarawih, qiyamul lail, dan dengan niat mengharapkan ridho Allah SWT.

Artikel Lainnya

Artikel Lain yang mungkin anda suka...