background images light

Hukum Aqiqah dalam Islam Beserta Aturannya

November 27, 2022
Share
Hukum Aqiqah dalam Islam Beserta Aturannya

Setiap kelahiran buah hati, para orang tua selalu mengadakan selamatan. Biasanya dilakukan dengan menyiapkan hewan guna disembelih atau disebut juga berakikah. Lalu bagaimanakah hukum aqiqah dalam Islam? Apakah ada tata cara khususnya? Semua akan dijelaskan dalam pembahasan berikut ini:

Hukum Melaksanakan Aqiqah Dalam Islam

Secara etimologi, beraqiqah atau akikah diartikan dengan memotong. Kata itu diambil dari kata al-qath’u القطع Kegiatan ini umum dilakukan setelah kelahiran bayi dengan mempersiapkan hewan ternak untuk menyembelihnya.

Jumhur atau mayoritas ulama berpendapat bahwa hukum aqiqah dalam Islam adalah sunnah muakkad. Hal ini berarti kesunahan yang sangat ditekankan pengerjaannya. Pendapat ini didasarkan pada sebuah hadits yang perawinya adalah Imam Bukhari dan diceritakan oleh Salman bin Amir Adhdhabi.

Berdasarkan sabda Nabi tersebut, aqiqah sangat dianjurkan kepada para orang tua yang memiliki harta berlebih. Sebab hal ini sebagai bentuk syukur atas karunia Allah dan implementasi dari sunah-sunah Rasulullah. Selain itu, aqiqah juga sebagai bentuk taqarrub ilallah serta membebaskan seorang anak dari ketergadaiannya.

33. hukum aqiqah dalam islam

Aturan Pelaksanaan Aqiqah

Setelah mengetahui bagaimana hukum pelaksanaan berakikah, sekarang adalah saatnya untuk menyimak aturannya sesuai yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW. Ada beberapa hal yang perlu menjadi perhatian mengenai kegiatan ini, diantaranya:

1. Mengikuti Waktu yang Dianjurkan

Simaklah hadits yang diriwayatkan Imam Ahmad dan empat rawi lalu dishahihkan oleh Imam At-Tirmidzi berikut ini:

عن سمرة رضي الله عنه أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال : كل غلام مرتهن بعقيقته تذبح عنه يوم سابعه، ويحلق ويسمى (رواه أحمد والاربعة، وصححه الترمذي)

Berdasarkan sabda Nabi SAW di atas dapat diketahui bahwa seorang anak dilahirkan itu tergadaikan dan ditebus dengan aqiqahnya. Oleh karenanya dianjurkan untuk disembelihnya hewan pada hari ketujuh. Namun apabila terhalang oleh ekonomi, bisa menundanya hingga hari ke-14 atau 21. Bahkan orang tua boleh mengaqiqahkan anaknya sampai baligh.

Pada hadits tersebut juga terdapat anjuran untuk mencukur rambut anak beserta pemberian nama yang bagus. Sebab Imam Muslim pernah meriwayatkan bahwa Nabi bersabda, nantinya di hari kiamat seseorang akan dipanggil dengan namanya dan Bapaknya. Selain itu, sebagian dari nama itu adalah doa.

Baca juga   Mengenal MLM dan Hukum MLM dalam Islam

2. Penuhi Syarat Memilih Hewan

Cara memilih hewan yang digunakan untuk aqiqah tidak jauh berbeda saat berkurban. Hewannya bisa berupa kambing atau domba yang sehat, tidak boleh cacat, dan berumur lebih dari 6 bulan. Sebagaimana riwayat Abu Dawud dari Ibnu Abbas Radhiallahu Anhu, bahwa Nabi Muhammad SAW beraqiqah untuk cucunya, Sayyid Hasan dan Husain menggunakan dua kambing.

Pada hadits lain pun dijelaskan tentang berakikah anak laki-laki dengan dua kambing, sedangkan perempuan cukup satu ekor. Hal ini diriwayatkan dari Aisyah Radhiyallahu Anha oleh Imam At-Tirmidzi yang bunyinya berikut ini:

أن رسول الله صلى الله عليه وسلم أمرهم أن يعق عن الغلام شاتان مكافئتان وعن الجارية شاة

3. Baca Doa Ketika Menyembelih

Saat melakukan penyembelihan kambing untuk akikah disunahkan membaca doa. Adapun doanya sebagaimana yang tertera dalam sebuah hadits dengan rawinya Imam Ahmad, Muslim, dan Abu Dawud yang bunyinya berikut ini:

بسم الله اللهم تقبل من محمد و آل محمد ومن أمة محمد

4. Membagi Daging Aqiqah

Dalam pembagian daging yang digunakan aqiqah terdapat perbedaan pendapat. Ada yang mengatakan bahwa dibagikan dalam keadaan mentah. Namun yang lebih kuat yaitu dimasak terlebih dahulu lalu diberikan kepada tetangga atau kerabat. Bagi pemilik hajat disunahkan mengonsumsi 1/3-nya. Setelah itu membuat undangan selamatan serta memanjatkan doa-doa.

Saat memasaknya pun tidak diperbolehkan mematahkan tulang. Hal ini bentuk tafa’ul agar anak-anak mendapatkan keselamatan dari Allah serta anggota badannya selalu sehat. Selain itu juga dianjurkan memasak dengan rasa manis dengan harapan kelak tutur katanya baik.

Demikian hukum aqiqah dalam Islam beserta aturan pelaksanaannya yang bisa dipahami oleh pembaca. Bagi yang memiliki kemampuan secara finansial, sebaiknya segera melaksanakannya setelah tujuh hari kelahiran anak. Hal ini bertujuan agar mendapatkan ridho dari Allah SWT.

Baca juga   5 Fadhilah Puasa Rajab yang Sangat Menarik

Artikel Lainnya

Artikel Lain yang mungkin anda suka...