background images light

Tips dan Syarat Hingga Hukum Jual Beli Saham Dalam Islam

Desember 6, 2022
Share
Tips dan Syarat Hingga Hukum Jual Beli Saham Dalam Islam

Jual beli saham hari ini sedang digandrungi para kaum millennial. Terlebih banyaknya akses belajar tentang hal itu di berbagai platform sosial media saat ini. Namun bagaimana terkait dengan hukum jual beli saham dalam Islam dan pandangan Islam terhadapnya. Berikut akan dipaparkan penjelasannya:

Hukum Jual Beli Saham Dalam Islam

1. Pengertian Saham

Sebelum membahas lebih detail mengenai hukum jual beli saham dalam Islam. Alangkah lebih baiknya mengenal apa itu saham terlebih dahulu. Saham merupakan sebuah kepemilikan seseorang terhadap akuisisi lembar saham dari perusahaan tertentu.

Sebagai bukti atau wujud fisik seseorang tersebut telah memiliki bagian dari perusahaan tersebut. Akan diwujudkan dalam sebuah surat berharga yang menunjukkan kepemilikan. Surat ini juga tidak sembarang diterbitkan kecuali atas persetujuan perusahaan terkait.

Saham sendiri jika ditinjau dari pengertian dari sudut Islam. Berasal dari istilah Musahamah yang diambil dari kata sahm. Sehingga menurut ahli fiqih modern saham masuk dalam kategori perdagangan atau syirkah. Sudah paham?

2. Hukum Untuk Jual Beli Saham

Islam sendiri memandang bahwa investasi merupakan bentuk bisnis yang halal. Hal tersebut tentu dengan catatan investasi dilakukan tanpa melanggar aturan baik dari hadis atau Al Quran sebagai pedoman hukum Islam. Sebagaimana jual beli sendiri memiliki rukun yang harus dipenuhi.

Sehingga jika rukun tersebut, maka hukum jual beli saham sudah bisa terjawab. Itu artinya segala bentuk jual beli termasuk saham akan berhukum halal jika tetap sesuai syariah. Alias tidak bertentangan dengan syariat Islam.

Baca juga   5 Fadhilah Puasa Rajab yang Sangat Menarik

3. Terkait Syarat Jual Beli Saham

Ada empat rukun dalam jual beli jika ditinjau dari sisi agama Islam sendiri. Pertama harus ada penjual. Tentunya juga terdapat seorang pembeli. Kemudian ada objek yang diperjualbelikan baik barang atau jasa. Tidak hanya itu juga harus kesepakatan (akad).

Sehingga aktivitas jual beli saham, juga harus memperhatikan bahwa perusahaan tersebut keberadaannya jelas. Produk yang dihasilkan dari perusahaan tersebut juga jelas. Tidak lupa harus ada kesepakatan tanpa paksaan. Maka dari itu sebelum beli saham harus paham betul agar tidak terjerumus.

4. Pandangan Jual Beli Saham Menurut MUI dan Ulama

Sebenarnya terdapat perbedaan pendapat mengenai hukum saham dalam Islam. Pasalnya terdapat ulama’ yang menghukumi bahwa segala bentuk jual beli saham adalah haram. Alasanya karena ijab qabul tidak sesuai ajaran Islam. Namun, di Indonesia sendiri merujuk pada Majelis Ulama Indonesia atau lebih akrab dikenal dengan MUI.

Telah memberikan sebuah fatwa mengenai transaksi pasar modal misalnya saham. Dimana MUI sendiri memperbolehkan dengan syarat tidak mengandung kepalsuan, tidak mengandung riba, suap dan sebagainya. Sehingga masyarakat tidak perlu khawatir lagi jika ingin melakukan transaksi ini.

5. Tips Bertransaksi Sesuai Syariah

Saham sendiri bisa disamakan dengan sebuah bentuk kerjasama atau dalam Islam sendiri dikenal dengan Syirkah. Sehingga dari hal ini bisa dijadikan dasar bahwa bentuk bisnis ini tidak dilarang dalam Islam. Untuk menjalankan sesuai dengan syariah perhatikan hal berikut.

Pertama pastikan perusahaan tidak melakukan kegiatan yang dilarang agama, misalnya bergerak pada industri barang haram. Selain itu juga cara melakukan transaksi tidak memaksa, tidak menipu dan harus jelas. Untuk itu jika hendak melakukan jual beli saham ini pastikan mendapatkan informasi yang lengkap.

Baca juga   Sejarah Dan Hukum Tentang Cadar Dalam Islam

Demikian itu penjelasan mengenai hukum jual beli saham dalam Islam. Selain itu telah dipaparkan  pandangan Islam mengenai saham itu sendiri. Setelah mengetahuinya diharapkan pembaca akan lebih bijak dalam melakukan jual beli saham.

Artikel Lainnya

Artikel Lain yang mungkin anda suka...