background images light

Pelajaran yang Bisa Diambil dari Fenomena Mati Suri dalam Islam

Agustus 4, 2022
Share
Pelajaran yang Bisa Diambil dari Fenomena Mati Suri dalam Islam

Mati suri menjadi sebuah fenomena yang sering didengar telinga. Jika dipikirkan secara logis dan sepintas, fenomena ini memang sulit dipercaya. Lalu, bagaimana fenomena mati suri dalam Islam? Apakah mati suri benar-benar ada?  Maka simaklah ulasan mengenai fenomena mati suri beserta pelajaran yang bisa diambil berikut ini:

Fenomena Mati Suri di Islam

Fenomena mati suri memang sudah sering terjadi. Istilah ini merupakan sebutan bagi seseorang yang mati kemudian hidup kembali. Jika dipikirkan secara rasional, fenomena ini memang sulit dipercaya. Untuk bisa memahaminya harus paham terkait definisi kehidupan dan juga kematian.

Dalam Hadits Qudsi diterangkan bahwa terdapat pintu yang akan menjadi penghubung dua alam yakni dunia dan akhirat. Pintu tersebut tidak lain adalah kematian. Setiap manusia yang meninggal akan melewati pintu kematian yang dimaksud. Adapun gabungan roh dengan jasad manusia dinamakan kehidupan.

Jika melihat mati suri dalam Islam bisa disaksikan dalam beberapa kisah seperti halnya yang terjadi pada masa Bani Israil. Rasa penasaran terhadap kematian, membuat Bani Israil memanjatkan doa kepada Allah SWT. Bani Israil shalat dan memanjatkan doa kepada Allah SWT untuk bisa mengeluarkan orang yang telah meninggal untuk selanjutnya ditanya tentang kematiannya.

Doa yang dipanjatkan Bani Israil pun dikabulkan oleh Allah SWT. Orang yang telah meninggal 100 tahun dihidupkan kembali dan di antara kedua matanya terdapat bekas sujud. Kemudian, orang meninggal tersebut mengatakan bahwasanya sudah meninggal  selama 100 tahun dan kematian yang amat panas masih dirasakannya.

Baca juga   Hukum Operasi Plastik Menurut Islam yang Wajib Dipahami

mati suri dalam islam

Pelajaran Berharga Dibalik Mati Suri

Mati suri yang ada dalam Islam telah diisiratkan melalui berbagai kisah, tentunya menyimpan banyak pelajaran yang bisa dipetik. Setiap perkara tentunya tidak ada yang madharat, senantiasa memberikan hikmah besar bagi setiap umat manusia. Adapun pelajaran yang bisa diambil dari fenomena mati suri antara lain:

1.   Tidak Ada yang Menandingi Kekuasaan Allah SWT

Fenomena mati suri dalam Islam menjadi pengingat bahwa Allah SWT Maha Kuasa. Tidak ada seorang pun yang bisa menandingi kekuasaan-Nya. Seperti halnya yang disebutkan melalui kisah Bani Israil. Membangkitkan kembali makhluk-Nya dari kematian adalah perkara mudah. Hal ini patut menjadi pelajaran berharga yang harus diambil dan ditanamkan dalam hati.

2.   Kematian Bukanlah Hal yang Mudah

Menyinggung kisah dihidupkannya kembali seseorang dari kematian memberikan pelajaran bahwa mati bukanlah hal yang mudah. Orang yang ahli ibadah dan sudah meninggal 100 tahun saja masih merasakan panasnya kematian. Lantas, bagaimana dengan orang yang zalim? Hal ini menjadi pengingat untuk setiap manusia agar senantiasa berlomba-lomba menjadi hamba terbaik yang taat.

3.   Adanya Karamah Bagi Orang Shaleh

Kisah di atas menjadi bukti bahwa karamah benar adanya. Allah SWT menghidupkan orang meninggal, kemudian orang tersebut menyampaikan perihal kematiannya. Karamah Allah SWT berikan pada manusia tertentu. Sebuah kemuliaan berupa suatu hal di luar nalar yang sulit dipahami secara rasional.

4.   Allah SWT Maha Pengabul Doa

Pelajaran lainnya, Allah SWT Maha Pengabul Doa. Jika seorang hamba menginginkan sesuatu, maka shalatlah dan panjatkan do’a kepada-Nya. Meskipun apa yang diinginkan di luar logika dan tidak masuk akal, jika Allah SWT sudah berkehendak, maka segalanya bisa terkabul.

Baca juga   Ruqyah dalam Islam Sebagai Penyucian Jiwa

5.   Menghargai Kehidupan 

Dengan adanya fenomena mati suri, maka setiap orang akan lebih menghargai kehidupan. Terutama bagi mereka yang merasakannya. Bangkit dari kematian menjadi kesempatan untuk bisa berbuat baik dan lebih taat terhadap perintah Allah SWT.

Demikianlah ulasan terkait mati suri dalam Islam yang bisa diambil sisi positifnya. Fenomena yang memang sulit dipahami secara rasional ini sangat berarti bagi kehidupan manusia. Setiap pelajaran yang dipetik senantiasa menjadi pengingat bahwa setiap yang hidup akan mati.

Artikel Lainnya

Artikel Lain yang mungkin anda suka...