background images light

Hukum Nikah Beda Agama dalam Islam dan Hukum Negara

September 15, 2022
Share
Hukum Nikah Beda Agama dalam Islam dan Hukum Negara

Tujuan utama pernikahan adalah beribadah. Untuk itu, dibutuhkan satu agama agar ibadah bisa dijalani secara sempurna dan tidak mengusik satu sama lain. Dengan demikian, nikah beda agama dalam Islam dihukumi haram dengan dalil Surah al-Baqarah (2) ayat 221 yang menyatakan tentang larangan pernikahan beda agama. Berikut penjelasan tentang hal positif dan negatif pernikahan beda agama yang dilakukan, antara lain:

nikah beda agama dalam islam

Larangan Pernikahan Beda Agama

Semakin besar umat Islam, pernikahan beda agama pun semakin tak terhindarkan. Pernikahan yang terjadi nyatanya banyak menyebabkan perceraian dan malah membuat seorang muslim murtad dari agamanya. Maka, kemudian hadir larangan menikah dengan seorang yang musyrik.

Larangan ini karena orang yang musyrik teramat mengingkari Islam, hingga tak mampu membimbing makmumnya. Dengan kesyirikan tersebut, maka seorang muslim dikhawatirkan lebih condong kepada agama pasangannya yang non muslim. Nikah beda agama dalam Islam sudah jelas haram hukumnya sebab lebih banyak mendatangkan hal negatif.

Pernikahan sebagai Dakwah Agama Islam

Salah satu cara agar umat Islam bertambah di awal masa hijrah adalah pernikahan antara lelaki muslim dengan wanita ahli kitab yang menjaga kehormatannya. Wanita ahli kitab yang dimaksud adalah perempuan nasrani yang beragama katolik.

Wanita ini sangat memahami isi kitab yang meyakini bahwa akan ada Nabi Muhammad SAW dan datang membawa Islam. Dengan menikahi wanita ini, diharapkan perempuan itu akan masuk Islam secara perlahan karena keyakinannya tadi. Jdi, dampak dari pernikahan ini bisa ke arah positif, karena seorang imam mampu membimbing makmumnya.

Baca juga   Pelajaran yang Bisa Diambil dari Fenomena Mati Suri dalam Islam

Kerugian yang Terjadi pada Pernikahan Beda Agama

Apabila dalam sebuah pernikahan beda agama terdapat musyrik yang lebih dominan, maka muslim yang di bawah kendali cenderung menuruti yang dominan tersebut. Dengan demikian, dikhawatirkan akan terjadi pertengkaran tentang masalah agama yang akan berakhir dengan murtadnya muslim atau muslimah. Ketika dalam pernikahan pihak muslim dan musyrik ini sama-sama dominan, lalu memiliki anak, akan terjadi banyak konflik.

Apabila konflik agama tidak bisa dihindari, maka perdebatan selalu hadir di antara pasangan yang memegang teguh hukum agamanya. Jika ini terus terjadi, pengasuhan anak menjadi terbengkalai. Selain itu, anak yang terus menyaksikan hal ini akan mengalami keraguan atas keyakinannya. Berikut kerugian yang akan dialami dari pernikahan beda agama, yaitu:

1. Negara Tidak Menaungi Pernikahan Beda Agama

Selain sulit mencapai kesepakatan dalam hal agama, dukungan dalam beribadah juga akan menjadi berkurang karena perbedaan keyakinan. Dengan begitu, keinginan untuk menyempurnakan agama tidak lagi tercapai disebabkan agama yang berlawanan. Belum lagi, jika ada muslim yang tak mendapat dukungan untuk melaksanakan ibadah haji hanya disebabkan pasangan yang tak meyakini kegiatan agama.

Menghadapi masalah ini, negara sudah menetapkan pernikahan beda agama pada Undang-Undang No. 1 tahun 1974 Pasal 2 ayat 1 yang menerangkan pernikahan dianggap sah apabila diadakan dengan hukum agama masing-masing. Hal tersebut menegaskan  negara tidak menaungi adanya pernikahan beda agama. Jadi, pasangan yang berbeda agama sebaiknya memilih mendalami agama yang lebih benar, sebagaimana agama Islam.

2. Resiko Cerai Pada Niat yang Salah dalam Memulai Pernikahan

Tak bisa dihindari, ada pihak yang menyalah artikan situasi ketika pernikahan beda agama terjadi. Salah satu contohnya adalah niat pernikahan bukanlah ibadah, melainkan menggiring para muslimah untuk meninggalkan agama Islam. Hal ini tentu menyalahi hadirnya pernikahan dan merupakan tindakan yang sangat merugikan.

Baca juga   Inilah Beberapa Benda yang Ditakuti Jin dan Setan, Simak Informasinya !

Dalam memulai pernikahan, pasangan dapat meyakini rasa cinta yang dimiliki akan dapat meluluhkan emosi satu sama lain. Sayangnya, dalam pernikahan setiap pasangan akan berhadapan dengan ego dan hanya pasangan yang mampu mengendalikan egonya yang bisa melalui konflik agama. Ketika satu sama lain tak bisa mengalah untuk menjadi mualaf, disarankan agar berpisah namun tetap menjalin hubungan kekeluargaan.

Itulah penjelasan dari nikah beda agama dalam Islam yang diharamkan, karena ternyata lebih banyak mengandung kerugian bagi pelaksananya. Berdasarkan pemaparan diatas juga, hukum negara tidak mendukung pernikahan pada keyakinan yang berbeda.

Artikel Lainnya

Artikel Lain yang mungkin anda suka...