background images light

Perbedaan Pendapat Tentang Batas Waktu Gosok Gigi Saat Puasa

November 26, 2022
Share
Perbedaan Pendapat Tentang Batas Waktu Gosok Gigi Saat Puasa

Ada beberapa perkara yang membatalkan ibadah berpuasa, antara lain makan, minum, dan berkumpul dengan istri di siang hari. Lalu bagaimana dengan berkumur-kumur? Adakah batas waktu gosok gigi saat puasa? Ulama memiliki perbedaan pendapat dalam hal ini. Berikut akan dijelaskan dua hukum yang berdasarkan pada hadits Nabi dan penjelasan di dalam kitab-kitab salafi.

Boleh Gosok Gigi pada Setiap Waktu

Pendapat pertama ini membolehkan menggosok gigi pada setiap waktu. Apalagi ketika siang hari saat berpuasa, banyak orang yang ingin segera membersihkan mulutnya sebab baunya yang mulai berubah. Tentunya hukum ini dilandaskan kepada perbuatan serta perkataan Nabi Muhammad SAW.

1. Hadits yang Diriwayatkan Imam Bukhari

Imam Bukhari merupakan salah satu rawi yang banyak meriwayatkan hadits dan terkenal dengan Kitab Shahih Bukhari-nya. Dalam salah satu riwayatnya, dijelaskan bahwa Nabi Muhammad SAW selalu melakukan siwak ketika akan mendirikan ibadah salat. Dan jika dihitung, itu berarti Rasulullah menjalankannya lima kali, sesuai jumlahnya salat dalam sehari semalam.

Dalam hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu tersebut, apabila tidak memberatkan umatnya, maka diperintahkan melakukan siwak setiap akan melakukan salat. Nabi pun mengerjakannya dan tidak diberikan keterangan apakah itu berada di waktu puasa atau tidak. Dasar inilah yang digunakan oleh sebagian ulama’ untuk membolehkan sikat gigi saat berpuasa.

Bersiwak merupakan kegiatan membersihkan daerah mulut menggunakan kayu yang bernama araq, atau dalam bahasa latin disebut dengan salvadora persica. Pada masa sekarang, siwak sudah lebih modern dengan memakai sikat serta pasta gigi. Hal ini juga bisa menambah pahala dalam amalan ibadah.

Baca juga   Manfaat dan Cobaan Puasa Daud bagi Orang Muslim

2. Hadits Riwayat Imam At-Tirmidzi

Berikutnya, Imam At-Tirmidzi meriwayatkan sebuah hadits dari Amir bin Rabi’ah mengenai Rasulullah yang memakai siwak ketika berpuasa. Yang mana artinya adalah, “Aku pernah melihat Nabi saw. bersiwak sedangkan ia dalam keadaan puasa hingga aku tidak bisa menghitung jumlahnya.” Ini juga digunakan sebagai dasar oleh ulama yang membolehkan gosok gigi meskipun sedang puasa.

3. Hadits dari Aisyah Radhiyallahu Anha

Yang ketiga ini merupakan salah satu hadits Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh istri tercintanya, Aisyah Radhiyallahu Anha. Dikatakan bahwa bersiwak yaitu kegiatan membersihkan mulut dan hal ini dapat mendatangkan ridha dari Allah SWT. Sebagaimana juga diriwayatkan oleh Imam Nasa’i lalu dishahihkan ulama Syaikh Al Albani.

Batas Waktu Gosok Gigi Saat Puasa

Makruh Gosok Gigi Ketika Berpuasa

Pendapat kedua mengenai hukum gosok gigi saat puasa ini adalah makruh dilakukan ketika masuk salat dzuhur. Yakni ketika mulai tergelincirnya matahari di siang hari. Beberapa dasar pengambilannya yaitu hadits Nabi dan sebuah penjelasan dari kitab salafi. Simaklah penuturan di bawah ini:

1. Penjelasan Dalam Kitab Salafi

Tentang batas waktu gosok gigi saat puasa ini juga dijelaskan dalam Kitab Nihayatuz Zain karangan ulama besar, Syaikh Muhammad Nawawi Al Bantani. Dalam penjelasan tersebut dikatakan bahwa perkara yang dimakruhkan ketika berpuasa itu jumlahnya ada tiga belas, dan salah satunya adalah bersiwak.

2. Hadits yang Diriwayatkan Muttafaq Alaih

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Muttafaq Alaih, yakni Imam Bukhari dan Muslim. Menuturkan bahwa pada sisi Allah SWT, orang yang berpuasa itu memiliki bau mulut lebih wangi daripada minyak kasturi.

Oleh karena itulah, meskipun di siang hari mengalami perubahan, itu afdhol dari gosok gigi atau bersiwak. Hal ini dapat menjadi saksi di hadapan Sang Pencipta sebagaimana darahnya orang mati syahid.

Demikian penjelasan mengenai batas waktu gosok gigi saat puasa dan dua pendapat mengenai hal tersebut. Seperti yang dikatakan bahwa hukum ini sampai pada tahap makruh bukan haram. Jadi, alangkah baiknya jika menghindarinya dan melakukan saja setelah makan sahur dan sebelum masuk salat subuh. Wallahu a’lam bis showab.

Artikel Lainnya

Artikel Lain yang mungkin anda suka...