background images light

Ruqyah dalam Islam Sebagai Penyucian Jiwa

September 16, 2022
Share
Ruqyah dalam Islam Sebagai Penyucian Jiwa

Sihir, teluh, santet, dan semacamnya sering terjadi di kalangan masyarakat. Sebabnya bermacam-macam, mulai dari masalah keluarga, percintaan, hingga kekuasaan. Jika penyakit menyerang fisik manusia, maka sihir menyasar pada ruh dalam badan seseorang. Karenanya, sering ditemukan nyeri di badan namun tidak terdeteksi secara medis. Untuk hal ini, ruqyah dalam Islam digunakan untuk menyingkirkan sihir yang muncul.

ruqyah dalam islam

Definisi Ruqyah

Ruqyah dalam Islam merupakan pengobatan dari gangguan jin, ganggan jiwa, maupun sihir menggunakan ayat Al-Qur`an dan doa yang sesuai maknanya dalam pengobatan ini. Tujuan yang ingin dicapai dengan ruqyah adalah penderita mendapat kesembuhan dan ketauhidan dengan jalan ruqyah. Ruqyah yang dijalani merupakan kesepakatan dan kesungguhan hati pasien menjauhi kesyirikan dan memohon perlindungan Allah SWT.

Adapun perlindungan berupa jimat fisik, penggunaan dupa, mantra selain Al-Qur`an yang tidak dipahami maksudnya. Hal itu maksudnya jelas-jelas merupakan kesyirikan, maka hal ini di luar syariat Islam. Sesuatu yang dilakukan tanpa syariat Islam dianggap perbuatan syirik dan menjauhkan seseorang dari perlindungan Allah SWT.

Syarat Ruqyah

Syarat ruqyah dalam Islam meliputi apa yang dibaca selama ruqyah. Sederhananya, dalam proses ruqyah, yang melaksanakan ruqyah merupakan orang yang sempurna tauhidnya. Meski yang dibacakan adalah ayat Al-Qur`an, ayat ini akan berguna ketika yang membacanya benar-benar yakin dengan ketetapan Allah SWT.

Bacaan selama ruqyah juga perlu diperhatikan. Bacaan yang dibunyikan ketika mengusir sihir atau gangguan jin merupakan ayat Al-Qur`an yang diperuntukkan untuk ruqyah dan dipahami maknanya. Selain menyampaikan ayat ruqyah, orang yang meruqyah perlu kiranya memberi nasihat tentang memohon hanya kepada Allah SWT dan menyucikan jiwa orang yang diruqyah.

Baca juga   Perbedaan Pendapat Tentang Batas Waktu Gosok Gigi Saat Puasa

Terakhir, orang yang diruqyah dengan sukarela dan sadar mengobati jiwanya. Ada keinginan dari dalam diri orang tersebut untuk sembuh dan terbebas dari sihir maupun gangguan jin. Dengan terpenuhinya syarat tersebut, maka ruqyah boleh dilakukan.

Keutamaan Ruqyah

Banyak sekali keutamaan penyucian jiwa dengan ruqyah ini. Hal utama yang bisa dihilangkan dengan pelaksanaan ruqyah adalah kesyirikan atau penyekutuan Allah SWT. Dengan keyakinan yang di luar syariat Islam. Selanjutnya, seperti yang diterangkan sebelumnya, melalui ruqyah seseorang akan terhindar dari gangguan jin yang dikirimkan oleh dukun atau orang yang meminta bantuan dengan jin.

Setelah gangguan jin hilang, orang yang diruqyah akan terjaga dari sihir lainnya karena memiliki keimanan yang kuat akan keesaan Allah SWT. Dengan kuatnya iman, ruqyah menjadi sarana untuk menyucikan jiwa dari hal-hal yang syirik. Ketika jiwa jauh dari hal-hal yang syirik, maka jauh pula gangguan jiwa karena ketenangan dari rasa tauhid tersebut.

Penerapan ruqyah tak selalu mengobati atau mengusir jin pada satu orang saja. Jika dalam lingkungan ada sekelompok jin yang menempati beberapa sudut rumah atau kamar, maka bisa diusir dengan ayat Al-Qur`an dan dijaga tempat itu oleh Allah SWT. Dengan demikian, seseorang akan terhindar dari gangguan jin yang berasal dari penunggu yang berniat tidak baik.

Itulah penjelasan ruqyah dalam Islam yang diperbolehkan. Pengusiran jin tak hanya terjadi di Indonesia. Di beberapa negara ada istilah “voodoo” untuk menggambarkan sebuah benda bisa dirasuki oleh makhluk halus. Hal ini karena minoritas Islam rendah di negara-negara tersebut, maka penduduknya mendasarkan pengusiran makhluk halus tersebut dengan cara yang syirik seperti menggunakan mantra atau benda khusus lainnya.

Baca juga   Mengenal MLM dan Hukum MLM dalam Islam

Artikel Lainnya

Artikel Lain yang mungkin anda suka...